Keadaan Pengusaha Food and Beverage di Masa Pandemi

Food and Beverage di Masa Pandemi




Datangnya wabah virus Covid-19 memukul keras berbagai sector, salah satunya food and baverage. Akibat diberlakukannya peraturan PSBB banyak perusahaan yang mengharuskan menutup tokonya lebih cepat dari biasanya dan hanya menerima tamu setengah dari biasanya karena harus menerapkan pembatasan sosial dengan protocol kesehatan yang ketat sehingga berimbas pada pendapatan yang terus menurun.

Pendapatan yang terus menurun sangat dirasakan perubahannya terutama bagi para pengusaha - pengusaha kecil seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) salah satu contohnya yaitu coffee shop

Seperti yang dikutip dalam laman berita online Bisnis.com Berdasarkan hasil riset yang dirilis Moka, perusahaan penyedia kasir digital, dari 17 kota yang diobservasi, sebanyak 13 kota  mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan

Menurut Aditya Acong Suryanto owner dari salah satu Hotel Kali Tengah  dibilangan Kemang Jakarta Selatan peraturan yang diterapkan tidak memikirkan dampak kepada sector lain. “keberlangsungan hidup yang cukup sulit menjadi semakin sulit dan kata ‘kebijakan’ nampaknya kurang tepat dalam kasus ini, psbb hanya menyelesaikan satu sektor  masalah tanpa memikirkan dampak dari masalah lain yang akan timbul” jelasnya saat diwawancarai.
 Pendapatan yang berkurang 

 Karena kebijakan psbb tersebut membuat pengunjung toko yang datang dibatasi jumlah nya dan itu membuat pendapatanya berkurang sampai 50% dari sebelum adanya PSBB tersebut dan juga membuat pemilik owner mencari solusi yang tepat agar bisa bertahan dari kebijakan psbb tersebut.

“Sebagai pelaku UMKM kami terlatih membuka peluang-peluang dan membaca pasar secara mandiri,dengan contoh selama PSBB ini kami menggunakan aplikasi online untuk menjual produk produk coffee yang kami punya”ujarnya.

 Pengurangan karyawan 


Selama terjadinya covid-19 di indonesia banyak perusahaan yang memecat atau mem PHK karyawan nya demi mengurangi biaya pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan karna pendapatan yang didapat tidak sesuai dengan pengeluaran untuk membayar gaji karyawan tetapi ada juga beberapa perusahaan atau toko yang mempertahankan perusahaan nya dengan tidak memecat pegawai nya seperti yang dilakukan oleh pemilik toko Kali Tengah Hotel dibilangan kemang.

Perubahan sistem pemasaran sangat mempengaruhi untuk mencegah pengurangan karyawan meski daya beli masyarakat menurun
jelasnya.

Kebijakan Pemotongan gaji
Dampak yang besar begitu dirasakan oleh pegawai coffee shop tersebut atau yang biasa dikenal sebagai barista,kebijakan pengurangan gaji juga sebagai salah satu cara yang dilakukan untuk mempertahankan usaha Kali Tengah Hotel dan mengihindari pengurangan karyawan ditengah pandemic covid-19 ini.

 “Disaat pandemi ini memang owner memotong gaji kami,kami juga memaklumi tidakan tersebut karna sangat jelas pendapatan yang diterima juga jauh berkurang jadi kami mau tidak mau harus menerima pengurangan gaji tersebut”ujar Ahmad Gobrel sebagai Chef Kali tengah hotel

sorce by : https://www.senyawa.eu.org/
Artikel Selanjutnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url
Post Terkait :
Food and Beverage